Sunday, May 17, 2009

Photoshop - Fire Burning Text Effect


(ref: http://www.ilmugrafis.com/)
Tutorial Photohop ini diarsipkan di ilmugrafis dalam kategori Teks Effect

1 Buat document baru 800 x 600 Pixel

2. Birikan warna Background hitam, kemudian buat teks hingga seperti gambar


3. Kemudian restireze teks dengan cara klik kanan pada layer teks dan pilih restireze, lihat gambar:


4. Kemudian berikan efek wind (Klik Menu Filter > Stylis > Wind ),
atur sesuai gambar: kemudian ulangi lagi efek wind ato bisa langsung tekan Ctrl + F 2x ( untuk mengulangi efek yang terakhir digunakan )


5. Berikan efek wind lagi ( ulangi langkah no 4 ) bedanya pada pengaturan direction (from the right dan from the lift).



Hasilnya kira-kira seperti ini:



6. Ok sekarang kita putar 90 cw ( klik edit > transfrom > rotate 90 derajat cw ) seperti ini:



7. Nah sekarang kita kasih lagi efek wind (ulangi langkah 4 dan 5 ). Hasilnya:


8. kita rotate kembali agar kembali kesemula yaitu (Klik Edit > Transfrom > Rotate 90 derajat Ccw )



9. Kini tinggal ngasih deh apinya, siapkan korek ya hehe…
sebelumnya kita ubah mode warna ke Grayscale ( klik image > mode > grayscale ), lalu kita ubah lagi ke indexed color ( klik image > mode > indexed color ),





10. Terakhir kita sulut deh apinya dengan color table ( Klik Image > Mode > Color Table ), dan atur sesuai dengan gambar:




HAsilnya Akhirnya:
Teks Api
Awas kebakaran mas!!! Jauhkan dari anak kecil…hehe…

Tutorial Photohop ini diarsipkan di ilmugrafis dalam kategori Teks Effect
Publish: 26 Desember | Author & Copyright: Arofat | Status: FREE tutorial

SELAMAT MENCOBA….

Terima kasih

Friday, May 15, 2009

Beberapa Perintah Penting Pada Run



Berikut adalah beberapa perintah
penting pada run:

1. Character Map = charmap.exe
Udah pada tahu kan fungsinya

2. Disk Cleanup = cleanmgr.exe
untuk cleanup disk

3. Clipboard Viewer = clipbrd.exe
liat apa yang dicopy menggunakan ctrl+C

4. Dr Watson = drwtsn32.exe
Ini buat kalo ada troubleshooting di PC.
kayak dokter gitu

5. DirectX diagnosis = dxdiag.exe
ini buat diagnosis audio video card anda

6. Private character editor = eudcedit.exe
Ini untuk buat karakter baru di windows anda

7. IExpress Wizard = iexpress.exe
untuk membuat self extractor. seperti file Zip

8. Microsoft Synchronization Manager = mobsync.exe
Seperti namanya, buat sincronisasi..

9. Windows Media Player 5.1 = mplay32.exe
ini WMP versi lawas

10. ODBC Data Source Administrator = odbcad32.exe
Ini sesuatu yang digunakan untuk keperluan database

11. Object Packager = packager.exe
Ini untuk memasukkan objek kedalam file..

12. System Monitor = perfmon.exe
seperti judulnya, ini untuk memonitor PC anda..

13. Program Manager = progman.exe
ini warisan dari Windows 3.x desktop shell

14. Remote Access phone book = rasphone.exe
Sejenis buku telepon

15. Registry Editor = regedt32.exe [juga regedit.exe]
untuk melakukan tweaking, editing registry windows

16. Network shared folder wizard = shrpubw.exe
Membuat shared folder dalam jaringan

17. File siganture verification tool = sigverif.exe
program verifikasi signature

18. Volume Control = sndvol32.exe
buat nampilin sound control di System Tray

19. System Configuration Editor = sysedit.exe
untuk mengubah system.ini dan win.ini

20. Syskey = syskey.exe
untuk melakukan konfigurasu account di windows

21. Microsoft Telnet Client = telnet.exe
ini untuk melakukan koneksi internet sebelum ada browser

22. Driver Verifier Manager = verifier.exe
untuk monitoring driver di windows anda

23. Windows for Workgroups Chat = winchat.exe
untuk chat sec

(ref: diolah dari berbagai sumber :p)

Setting Mikrotik Wireless Bridge

(Referensi :http://www.mikrotik.co.id/

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge.

Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.

Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.

Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.

Konfigurasi Pada Access Point

1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1

2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge

3. Masukkan IP Address pada interface bridge1

4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).

5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.

6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.

7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.


Konfigurasi pada Wireless Station

Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.


Pengecekan link

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).


Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).


Konfigurasi keamanan jaringan wireless

Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.

Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.